9 Fakta tentang Kanker Serviks dan Kanker Payudara
Kanker memang menjadi pembunuh manusia yang sangat agresif. Dibandingkan dengan orang yang meninggal akibat HIV/AIDS, wanita yang meninggal akibat penyakit kanker. Untuk artikel ini, khusus kami tuliskan tentang fakta-fakta mengenai kanker serviks dan kanker payudara, juga cara mencegah kanker serviks sedini mungkin.
Kanker serviks - ilustrasi
Fakta kanker serviks dan kanker payudara
- Setiap 4 menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks (kanker leher rahim)
- Menurut penelitian WHO di seluruh dunia terjadi 490.000 kasus kanker serviks dan mengakibatkan 240.000 kematian tiap tahunnya, 80% dari angka itu terjadi di Asia
- Di seluruh dunia, Kanker serviks merupakan penyebab kematian wanita terbesar ketiga
- Di Indonesia sendiri diperkirakan ada sekitar 41 kasus baru setiap harinya yang berujung dengan kematian rata-rata 20 oang per hari
- Di Indonesia, Kanker serviks adalah kanker pembunuh perempuan no. 1 tertinggi saat ini
- Tingginya angka ini terutama disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks
- Di seluruh Dunia, penderita kanker payudara ada lebih dari sepuluh juta penderita baru danlebih dari enam juta, mengalami kematian.
- Di Indonesia berdasar data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2007, kejadian kanker payudara sebanyak 8.227 kasus atau 16,86 %
- Selain jumlah kasus yang banyak, lebih dari 70% penderita kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut.
Kanker payudara - ilustrasi
Mendeteksi Dini Kanker Serviks
Telah diketahui bahwa kanker merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan. Bagi banyak orang, merupakan mimpi buruk jika terkena kanker. Berbagai upaya dilakukan untuk menghindari terkena kanker. Salah satu di antaranya adalah dengan melakukan pendeteksian dini penyakit mematikan ini. Banyak orang yang meninggal karena kanker yang seharusnya dapat dideteksi dini seandainya orang-orang mendapat pemeriksaan medis.
Bagi wanita, salah satu jenis kanker yang paling banyak memakan korban adalah kanker serviks. Menurut statistik, kanker ini setidaknya menelan korban satu wanita setiap jam di Indonesia saja! Benar-benar angka yang membuat rasa takut. Apa itu kanker serviks? Dan bagaimana cara mencegah/mengobati kanker serviks?
Kanker serviks terjadi pada area serviks atau leher rahim seorang wanita. Penyebabnya karena infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan bisul atau kutil pada bagian serviks seorang wanita, termasuk bisul pada kelamin. Ini bisa terjadi pada pria maupun wanita.
Namun, kutil ini akan berkembang menjadi kanker hanya pada wanita. Sedangkan pria bisa berperan sebagai media penularan. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi HPV yang tidak sembuh-sembuh dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.
Deteksi Dini Kanker Serviks
Kanker serviks bisa dihindari. Tentunya ini bisa terjadi jika seorang wanita rutin melakukan tindakan pencegahan yaitu deteksi dini. Beberapa cara untuk deteksi dini kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan pap smear dan perkembangan yang lebih modern yaitu thin prep. Kedua metode pemeriksaan itu sudah terbukti cukup menekan angka kematian karena kanker serviks.
Pemeriksaan pap smear lebih dikenal di masyarakat Indonesia bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas. Metode perkembangan pap smear adalah thin prep yang lebih menjamin keakuratan hasil pengambilan sampel dari daerah serviks sehingga dapat didiagnosa dengan tepat jika terdapat sel atau jaringan yang abnormal. Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi.
Metode pemeriksaan lain yang lebih sederhana adalah Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA) yang cukup terjangkau harganya. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah.
Semua pemeriksaan tersebut sebaiknya rutin dilakukan setidaknya setahun sekali agar dapat mendeteksi secara dini jika terjadi infeksi HPV.
Infeksi HPV pada serviks dapat berkembang menjadi sel pre-kanker yang pada akhirnya jika tidak diatasi bisa menjadi kanker serviks yang mematikan. Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan pap smear atau thin prep atau metode pemeriksaan lainnya untuk organ kewanitaan (pelvis) akan memperkecil risiko terkena kanker serviks.
Mengubah gaya hidup dan pola makan kita dapat menghindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Misalnya dengan menghindari merokok, terbiasa dengan pola makan sehat, dan menghindari seks bebas, juga menjadi bagian untuk mencegah tertular virus HPV. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bisa dihindari.